Minggu, 20 April 2014

BACAAN massa 21 April 2014 (Senin Paskah) I. pertama

BACA masa 21 April 2014 senin 

BACAAN massa 21 April 2014 (Senin Paskah) I. pertama membaca: 2:14. Kisah Para Rasul 22-33.

Pada hari Pentakosta, Petrus berdiri dengan kesebelas, mengangkat suaranya, dan menyatakan: «Anda yang Yahudi, memang semua yang tinggal di Yerusalem. Biarkan ini dikenal untuk Anda, dan mendengarkan kata-kata saya.
Anda yang Israel, mendengar kata-kata ini. Yesus Nazorean adalah seorang pria yang dipuji untuk Anda oleh Jahweh dengan perbuatan-perbuatan besar, keajaiban dan tanda-tanda, yang Tuhan bekerja melalui dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
Pria ini, diserahkan oleh rencana mengatur dan rencana Allah, yang Anda membunuh, menggunakan durhaka menyalibkan dia.
Tetapi Allah membangkitkan Dia, melepaskan dia dari pergolakan kematian, karena tidak mungkin baginya untuk diselenggarakan oleh itu.
Sebab Daud berkata tentang dia: ' aku melihat Tuhan sebelumnya saya, ia berada di tangan kanan-Ku aku tidak akan terganggu.
Oleh karena itu hati saya telah senang dan lidahku telah bersukaria; daging saya, juga, akan diam harapan, karena Anda tidak akan meninggalkan jiwaku ke akhirat, dan tidak akan Anda menderita satu Anda suci untuk melihat korupsi.
Anda telah memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Anda akan penuhilah aku dengan sukacita di hadapan Anda.'
Saudara-saudara, satu yakin dapat mengatakan kepadamu tentang patriak Daud yang dia mati dan dikuburkan dan kuburannya ada di tengah-tengah kita hari ini.
Tetapi karena ia adalah seorang nabi dan tahu bahwa Allah telah berjanji bersumpah untuk kepadanya bahwa ia akan menempatkan salah satu keturunannya takhtanya, ia meramalkan dan berbicara tentang kebangkitan Mesias, bahwa baik ia meninggalkan ke akhirat maupun dagingnya tidak mengalami kebinasaan.
Allah membangkitkan Yesus ini; ini kami semua saksi.
Ditinggikan oleh tangan kanan Allah, dia menerima janji Roh Kudus dari Bapa dan menuangkannya, seperti Anda (baik) Lihat dan dengar.

II. Mazmur: Mazmur 16 (15): 1-2a.5.7-8.9-10.11.

Menjaga saya, ya Allah, untuk Anda aku berlindung;
Aku berkata kepada Tuhan, "Tuhan, Apakah Anda."
Ya Tuhan, saya bagian yang diberikan dan Piala, Anda adalah yang berpegang teguh saya banyak.

Aku memberkati Tuhan yang nasihat saya;
bahkan di malam hatiku menasihati saya.
Cara menetapkan Tuhan sebelumnya saya;
ia berada di tangan kanan-Ku aku tidak akan terganggu.

Oleh karena itu hati saya senang dan hatiku bergembira, tubuh saya, juga, ada di dalam kepercayaan karena Anda tidak akan meninggalkan jiwaku ke akhirat, dan tidak akan Anda menderita satu Anda setia untuk menjalani korupsi.

Anda akan menunjukkan kepada saya jalan menuju hidup, kepenuhan sukacita di hadapan Anda, kelezatan di tangan kanan Anda selamanya.

III. Kudus Injil Yesus Kristus menurut Matius 28: 8-15.

Maria Magdalena dan Maria yang lain pergi dengan cepat dari makam, takut belum gembira, dan berlari untuk mengumumkan berita kepada murid-muridnya.
Dan sesungguhnya, Yesus bertemu dengan mereka dalam perjalanan mereka dan menyapa mereka. Mereka mendekati, memeluk kakinya, dan dia memberi penghormatan.
Kemudian Yesus berkata kepada mereka, "Jangan takut. Beritahu saudara-saudara saya untuk pergi ke Galilea, dan di sana mereka akan melihat saya."
Sementara mereka akan, beberapa pasukan pengawal pergi ke kota dan mengatakan imam-imam kepala semua yang telah terjadi.
Mereka berkumpul dengan para tetua dan mengambil nasihat; kemudian mereka memberikan sejumlah besar uang kepada para prajurit, mengatakan kepada mereka, "Anda adalah untuk mengatakan, 'murid-muridnya datang malam dan mencuri dia ketika kami sedang tertidur.'
Dan jika ini sampai ke telinga Gubernur, kami akan memuaskan (dia) dan membuat Anda keluar dari masalah."
Para prajurit mengambil uang dan melakukan seperti yang mereka diperintahkan. Dan cerita ini sudah beredar di antara orang Yahudi masa kini (hari).


               KESABARAN ITU TIDAK BISA DIUKUR DENGAN WAKTU


KESABARAN ITU TIDAK BISA DIUKUR DENGAN WAKTU.
Baru-baru ini seorang teman bertanya, “Pastor di manakah batas kesabaran itu. Atau haruskah aku bersabar terus sedang dia tidak mengerti apalagi menghargai kesabaranku.”
Para sahabat terkasih, saya kadang terenyuh dengan share pahit getirnya hidup dari teman-teman sekalian. Rasa dan perasaanku dinaungi mendung kelabu setiap kali saya mendengar rangkaian pertanyaan , “Pastor sampai kapankah aku harus sabar dengan penderitaan hidup yang aku alami? Sampai kapankah aku bisa bertahan dengan kondisi hidupku yang lebih berwarna tangisan daripada kegembiraan? Saya tidak tahu apakah hembusan nafasku masih bisa menopang sekujurt tubuhku bila mengingat semua ulah dan kelakuan suamiku? Sampai kapankah aku terus memohon kepada Allah yang katanya maha peduli tetapi rasanya permintaanku belum ada tanda-tanda nyata?
Bervariasi kenyataan yang melingkungi peristiwa hidup manusia. Ada orang dalam sekejap mimpinya tercapai. Ada orang sedikit menunggu lama harapannya terkabul. Namun ada teman menunggu lama bahkan sampai sekarang penantiaan itu belum berbuah. Karena itu mereka mengatakan, “menunggu adalah penantian yang sangat membosankan.
Namun saya tetap harus menumbuhkan “permata” ini hai para sahabatku bahwa kesabaran itu tidak bisa diukur dengan waktu. Di balik setiap peristiwa yang telah kamu alami, kini sedang kamu jalani dan akan masih kamu tempuh selalu ada hikmahnya. Di ujung penantianmu, dibarengi dengan kesabaran, dipupuk dengan usaha maksimal, Allah akan menjanjikan hal yang indah bagimu.
Bukankah Santa Monika teladan dalam kesabaran harus bersabar hampir dua puluh tahun menunggu mimpinya terkabul berkaitan pertobatan suaminya dan anaknya Santo Agustinus yang kini menjadi santo dan pujangga gereja yang terkenal? Dan setelah mimpinya menjadi nyata perjuangannya yang sangat lama tidak terasa lagi. Tetesan air mata dan bahkan sampai bercampur darah tidak sebanding dengan kebahagiaan yang dialaminya setelah orang yang dikasihinya telah “dicengkeram” oleh Allah dan kembali ke pangkuan Gereja.
Para sahabatku terkasih, saya harus tetap mengatakan bahwa Allah tahu masalahmu. Ia mengerti kegundahan hatimu. Ia memahami derita yang silih ganti menerpamu. Kesabaranmu dan imanmu diuji seiring rentang waktu yang anda jalani. Allah akan memperhitungkan air matamu.
Aku rangkai kutipan favorit saya ini bisa dan menjadi kekuatan bagimu dan sekaligus memupuk rasa optimis dan kesabaranmu. Yesus mengatakan, “Datangalah kepadaku kalian yang memikul beban berat dan Aku akan memberikan kelegaan kepadamu (Matius 11:28). Dia menjanjikan hal indah untukmu. Dia mempertegas ini dengan sapaan-Nya yang meneguhkanmu, “Mintalah maka akan diberikan, carilah maka kamu akan mendapat dan ketoklah maka pintu akan akan dibukakan bagimu (Mateus 7:7).
Kita meminta dan mengetok pintu hati-Nya dengan dengan doa dan permohonan. Kadang anda harus jatuh bangun untuk mengetuk pintu hati Allah. Kadang kamu harus menangis dan berurai air mata, kamu sering bertanya, mengapa jalan hidupku begitu terjal. Kamu juga sering “marah” kepada Allah, kenapa Ia seolah membiarkanmu berjalan sendirian? Kini Dia mengajakmu untuk tetap besabar dan berpengharapan, “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa” (Roma 12:12).

                                               
                                                            Selamat Pagi...,
                           

                                                  JESUS CHRIST BLESS YOU



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KATA_BIJAK_ALKITAP_I_LOVE_JESUS